Selasa, 02 Juli 2013

WHAT DO YOU FEEL? AND WHAT WILL YOU DO?

Indonesia Kaya Sumber Daya, Kaya Sampah
Oleh: Hanifah Nurawaliah
Masyarakat Indonesia tentu tidak asing lagi dengan sampah. Masyarakat sudah mengetahui definisi sampah, macam-macam sampah, dan upaya pengolahannya. Namun ironis, pengetahuan tentang sampah hanya sebatas teori. Sedikit sekali masyarakat memahami dan mengenal dekat dengan sampah. Oleh karena itu, pemahaman dan pelaksanaan upaya pengolahan sampah harus sudah menjadi paradigma masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang beradab dan beretika lingkungan.
Anggapan sampah sebagai benda yang tidak fungsional, perlu dikoreksi. Menurut definisi secara umum, sampah merupakan benda hasil sampingan kegiatan manusia, seperti kegiatan industri dan rumah tangga. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sampah adalah barang atau benda yang dibuang karena tidak dipakai lagi. Dalam hal ini, masyarakat harus cerdas memahami definisi. Jangan sampai sebuah definisi dipahami secara parsial. Hal ini ditakutkan akan menjadi suatu anggapan bahwa sampah memang tidak bisa difungsikan kembali sebagai material yang memiliki fungsi baru. Oleh karena itu, totalitas pemahaman mengenai definisi sampah mesti dilakukan agar pandangan negatif tentang sampah dapat diminimalisasi.
Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, ternyata kaya pula akan sampah. Sangat mudah sampah ditemukan di bumi pertiwi ini, apalagi sampah anorganik jenis plastik. Sampah sangat erat kaitannya dengan kegiatan konsumsi manusia. Hal ini akan meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Artinya, volume sampah yang dihasilkan berbanding lurus dengan tingkat konsumsi penduduk suatu tempat.  (www.tempo.co, Minggu 15 April 2012) Parliza mengemukakan “Kementrian lingkungan hidup mencatat rata-rata penduduk Indonesia menghasilkan sekitar 2,5 liter sampah per hari atau 625 juta liter dari jumlah total penduduk”. Ngerikah anda dengan angka tersebut? Bukan masalah angka, tetapi sejauh mana sampah-sampah tersebut dikelola dengan baik. Direktur Jenderal Cipta Karya Kementrian PU, Budi Yuwono mengatakan sejauh ini baru 54 persen volume sampah nasional yang bisa ditangani secara baik karena diangkut menjauhi wilayah pemukiman. (www.tempo.co, Kamis,04 Oktober 2012).
Apakah masyarakat kita sadar bahwa sampah merupakan salah satu sumber daya yang luar biasa?
Masyarakat cerdas tentu akan menjadikan masalah sampah sebagai peluang investasi bahkan sumber daya terbarukan. Julukan Indonesia Negara Sampah harus sudah mulai dihilangkan dan dilupakan dalam benak bangsa. Dengan segala kekayaan sumber daya yang ada, Indonesia justru sedang dihadapkan dalam dua pilihan, yakni  menjadikan sampah sebagai sumber daya terbarukan atau dibiarkan menjadi sampah abadi (eternal rubbish)? Volume sampah Indonesia yang sangat besar merupakan kekayaan bangsa yang belum disadari oleh masyarakat. Sebagian masyarakat  masih ‘jijik’ dengan sampah sehingga menimbulkan sikap apatis terhadap pentingnya mengolah sampah.
Salah satu masalah yang cukup mendasar yaitu sistem pemilahan sampah di Indonesia yang buruk. Sampah dibuang sembarangan, tidak peduli mana sampah organik dan anorganik. Kemudian sampah tersebut ditampung, ditimbun, bahkan ada yang langsung dibakar tanpa memerhatikan teknik yang baik. Akibatnya, timbul masalah lingkungan yang baru. Oleh karena itu, pemilahan sampah semestinya dilakukan mulai dari lingkungan rumah (start  at home), bahkan sangat baik apabila hal ini semakin memasyarakat.
Mengapa sampah bisa dikatakan sumber daya yang potensial? 
Dalam hal ini, sampah plastik merupakan jenis sampah anorganik yang paling banyak dihasilkan di Indonesia. Selain dapat didaur ulang, sampah plastik pun dapat dijadikan bahan baku produksi sandang dan papan. Di Tasikmalaya, sudah dibuat baju dengan bahan baku sampah plastik yang diproses terlebih dahulu sehingga plastik dapat disulap menjadi pakaian. Sampah plastik pun dapat dijadikan bahan bangunan dengan cara memanfaatkan abu hasil pembakaran sampah dengan suhu tinggi kemudian dicampur dengan material lain sehingga dapat dibentuk menjadi  batu bata sampah. Berbagai kerajinan tangan dari sampah pun, kini sudah bisa berkembang walaupun belum memasyarakat. Jadi, sampah dapat dijadikan sumber daya terbarukan yang bernilai ekonomis dan estetis, tidak seperti bentuk sampah sebelum diolah.
Pengolahan sampah harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi karena teknologi memudahkan manusia dalam setiap pekerjaan. Kualitas Sumber Daya Manusia dapat dibuktikan dengan kemampuan setiap insan untuk  ‘melek’ teknologi.  Oleh karena itu, supaya sumber daya sampah Indonesia dapat dimaksimalkan manfaatnya, masyarakat harus mampu menggunakan teknologi tepat guna sehingga pengolahan sampah berlangsung secara efektif dan efisien.
Hal yang paling fundamental  ialah kesadaran masyarakat. Masyarakat semestinya bangga karena Indonesia merupakan negara penghasil sampah terbesar di Asia setelah China. Sebaliknya, bangsa  Indonesia wajib malu apabila sampah sama sekali tidak dimanfaatkan. Tidak seperti di Jepang dan Jerman, kedua negara tersebut sangat membutuhkan sampah, layaknya membutuhkan sandang, pangan, dan papan. Sampah-sampah tersebut diolah menjadi produk baru yang lebih unik dan fungsional.
Oleh karena itu, mari kita jadikan sampah sebagai sumber daya terbarukan yang potensial dan bernilai dalam segala bidang. Kelak, perlakuan masyarakat terhadap sampah akan sama halnya dengan perlakuan terhadap tumbuhan dan benda lainnya. Sebagai contoh, tumbuhan dipelihara manusia mulai dari pembibitan sampai tumbuh menghasilkan manfaat bagi manusia. Begitu pula dengan sampah, jika kita memanfaatkannya dengan baik, maka akan menjadi sesuatu yang berguna (from nothing to be usefull). Apabila pengolahan dan pemanfaatan sampah sudah dilaksanakan dengan baik di Indonesia, maka tidak ada lagi sampah yang berserakan. Semua jenis sampah dipilah dan diolah menjadi barang atau material baru yang fungsional.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar