Indonesia
Kaya Sumber Daya, Kaya Sampah
Oleh: Hanifah Nurawaliah
Masyarakat Indonesia tentu tidak asing lagi dengan sampah.
Masyarakat sudah mengetahui definisi sampah, macam-macam sampah, dan upaya pengolahannya.
Namun ironis, pengetahuan tentang sampah hanya sebatas teori. Sedikit sekali
masyarakat memahami dan mengenal dekat dengan sampah. Oleh karena itu,
pemahaman dan pelaksanaan upaya pengolahan sampah harus sudah menjadi paradigma masyarakat Indonesia sebagai masyarakat
yang beradab dan beretika lingkungan.
Anggapan sampah sebagai
benda yang tidak fungsional, perlu dikoreksi. Menurut definisi secara umum,
sampah merupakan benda hasil sampingan kegiatan manusia, seperti kegiatan
industri dan rumah tangga. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
sampah adalah barang atau benda yang dibuang karena tidak dipakai lagi. Dalam
hal ini, masyarakat harus cerdas memahami definisi. Jangan sampai sebuah
definisi dipahami secara parsial. Hal ini ditakutkan akan menjadi suatu
anggapan bahwa sampah memang tidak bisa difungsikan kembali sebagai material
yang memiliki fungsi baru. Oleh karena itu, totalitas pemahaman mengenai
definisi sampah mesti dilakukan agar pandangan negatif tentang sampah dapat
diminimalisasi.
Indonesia yang kaya akan
sumber daya alam, ternyata kaya pula akan sampah. Sangat mudah sampah ditemukan
di bumi pertiwi ini, apalagi sampah anorganik jenis plastik. Sampah sangat erat
kaitannya dengan kegiatan konsumsi manusia. Hal ini akan meningkat seiring
dengan bertambahnya jumlah penduduk. Artinya, volume sampah yang dihasilkan
berbanding lurus dengan tingkat konsumsi penduduk suatu tempat. (www.tempo.co, Minggu 15 April 2012) Parliza mengemukakan
“Kementrian lingkungan hidup mencatat rata-rata penduduk Indonesia menghasilkan
sekitar 2,5 liter sampah per hari atau 625 juta liter dari jumlah total
penduduk”. Ngerikah anda dengan angka tersebut? Bukan masalah
angka, tetapi sejauh mana sampah-sampah tersebut dikelola dengan baik. Direktur
Jenderal Cipta Karya Kementrian PU, Budi Yuwono mengatakan sejauh ini baru 54
persen volume sampah nasional yang bisa ditangani secara baik karena diangkut
menjauhi wilayah pemukiman. (www.tempo.co, Kamis,04 Oktober 2012).
Apakah
masyarakat kita sadar bahwa sampah merupakan salah satu sumber daya yang luar
biasa?
Masyarakat cerdas tentu akan
menjadikan masalah sampah sebagai peluang investasi bahkan sumber daya
terbarukan. Julukan Indonesia Negara Sampah harus sudah mulai dihilangkan dan
dilupakan dalam benak bangsa. Dengan segala kekayaan sumber daya yang ada,
Indonesia justru sedang dihadapkan dalam dua pilihan, yakni menjadikan sampah sebagai sumber daya
terbarukan atau dibiarkan menjadi sampah abadi (eternal rubbish)? Volume sampah Indonesia yang sangat besar
merupakan kekayaan bangsa yang belum disadari oleh masyarakat. Sebagian
masyarakat masih ‘jijik’ dengan sampah
sehingga menimbulkan sikap apatis terhadap pentingnya mengolah sampah.
Salah satu masalah yang
cukup mendasar yaitu sistem pemilahan sampah di Indonesia yang buruk. Sampah
dibuang sembarangan, tidak peduli mana sampah organik dan anorganik. Kemudian
sampah tersebut ditampung, ditimbun, bahkan ada yang langsung dibakar tanpa
memerhatikan teknik yang baik. Akibatnya, timbul masalah lingkungan yang baru.
Oleh karena itu, pemilahan sampah semestinya dilakukan mulai dari lingkungan
rumah (start at home), bahkan sangat baik apabila hal
ini semakin memasyarakat.
Mengapa
sampah bisa dikatakan sumber daya yang potensial?
Dalam hal ini, sampah
plastik merupakan jenis sampah anorganik yang paling banyak dihasilkan di
Indonesia. Selain dapat didaur ulang, sampah plastik pun dapat dijadikan bahan
baku produksi sandang dan papan. Di Tasikmalaya, sudah dibuat baju dengan bahan
baku sampah plastik yang diproses terlebih dahulu sehingga plastik dapat
disulap menjadi pakaian. Sampah plastik pun dapat dijadikan bahan bangunan
dengan cara memanfaatkan abu hasil pembakaran sampah dengan suhu tinggi kemudian
dicampur dengan material lain sehingga dapat dibentuk menjadi batu bata sampah. Berbagai kerajinan tangan
dari sampah pun, kini sudah bisa berkembang walaupun belum memasyarakat. Jadi,
sampah dapat dijadikan sumber daya terbarukan yang bernilai ekonomis dan estetis,
tidak seperti bentuk sampah sebelum diolah.
Pengolahan sampah harus
diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi karena
teknologi memudahkan manusia dalam setiap pekerjaan. Kualitas Sumber Daya
Manusia dapat dibuktikan dengan kemampuan setiap insan untuk ‘melek’ teknologi. Oleh karena itu, supaya sumber daya sampah
Indonesia dapat dimaksimalkan manfaatnya, masyarakat harus mampu menggunakan
teknologi tepat guna sehingga pengolahan sampah berlangsung secara efektif dan
efisien.
Hal yang paling
fundamental ialah kesadaran masyarakat.
Masyarakat semestinya bangga karena Indonesia merupakan negara penghasil sampah
terbesar di Asia setelah China. Sebaliknya, bangsa Indonesia wajib malu apabila sampah sama
sekali tidak dimanfaatkan. Tidak seperti di Jepang dan Jerman, kedua negara
tersebut sangat membutuhkan sampah, layaknya membutuhkan sandang, pangan, dan
papan. Sampah-sampah tersebut diolah menjadi produk baru yang lebih unik dan
fungsional.
Oleh karena itu, mari kita
jadikan sampah sebagai sumber daya terbarukan yang potensial dan bernilai dalam
segala bidang. Kelak, perlakuan masyarakat terhadap sampah akan sama halnya
dengan perlakuan terhadap tumbuhan dan benda lainnya. Sebagai contoh, tumbuhan
dipelihara manusia mulai dari pembibitan sampai tumbuh menghasilkan manfaat
bagi manusia. Begitu pula dengan sampah, jika kita memanfaatkannya dengan baik,
maka akan menjadi sesuatu yang berguna (from
nothing to be usefull). Apabila pengolahan dan pemanfaatan sampah sudah
dilaksanakan dengan baik di Indonesia, maka tidak ada lagi sampah yang
berserakan. Semua jenis sampah dipilah dan diolah menjadi barang atau material
baru yang fungsional.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar